Selasa lalu (17/3), suasana di Taman Nasional Tesso Nilo tampak berbeda. Kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, menyiratkan ada perhatian serius terhadap nasib kawasan itu. Mereka datang untuk meninjau langsung lahan konservasi gajah yang kondisinya memprihatinkan.
Dalam peninjauan itu, Sigit merasa optimis. Ia memastikan bahwa upaya pemulihan Tesso Nilo sebagai rumah bagi gajah berjalan cukup lancar dan situasinya aman. Ini bukan program baru, melainkan bagian dari perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan populasi Gajah Sumatera yang kian menipis.
"Tadi disampaikan oleh Dinas Kehutanan Riau bahwa kawasan gajah yang populasinya sudah sangat sedikit, ini harus diberikan kembali habitat dan ruang hidupnya," kata Sigit.
Rencananya, ada lahan seluas 81 ribu hektare di Tesso Nilo yang akan direhabilitasi. Tujuannya satu: dijadikan area konservasi yang layak untuk Gajah Sumatera.
Namun begitu, Sigit tak mau main-main. Ia menegaskan komitmennya untuk menindak tegas siapa pun yang berani mengganggu satwa atau merusak hutan. Apalagi, beberapa waktu lalu sempat terjadi kasus memilikan seperti kematian gajah dan pencurian gading. Sigit mengapresiasi kerja cepat Polda Riau yang berhasil mengungkap kasus tersebut.
"Tolong dilakukan tindakan tegas agar populasi gajah yang tinggal sedikit ini benar-benar bisa terjaga dan lestari. Selain itu, wilayah konservasi harus sesuai dengan kebutuhan populasi agar bisa berkembang," tegasnya.
Di sisi lain, Titiek Soeharto juga menyuarakan hal serupa. Ia mendorong agar Tesso Nilo dikembalikan sepenuhnya pada fungsinya sebagai taman nasional tempat flora dan fauna dilindungi.
Artikel Terkait
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta, Stasiun Jakarta Dipadati 54 Ribu Penumpang
Lonjakan 50% Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lain di Jakarta Justru Sepi
Pemerintah Finalisasi Formasi dan Skema Rekrutmen ASN 2026
Pemerintah Kaji Formasi ASN 2026 dengan Mempertimbangkan Kemampuan Fiskal