Malam Senin di Bekasi sudah terasa berbeda. Jalur arteri Kalimalang, tepatnya di sepanjang Jalan KH Noer Ali, mulai dipadati kendaraan. Bukan aktivitas biasa, melainkan riuhnya pemudik yang memilih berangkat pada malam hari.
Alasannya klasik sih, tapi sangat masuk akal: menghindari panas terik matahari di siang hari. Perjalanan jadi lebih nyaman, kata mereka. Namun begitu, ada alasan lain yang lebih khas Ramadan.
Seperti yang diungkapkan Iman, seorang pemudik berusia 29 tahun yang ditemui di dekat traffic light BCP. Baginya, berangkat malam bukan cuma soal cuaca.
Ucapnya sambil tertawa. Istilah 'mokel' kependekan dari 'batal puasa' memang kerap menghiasi percakapan para pemudik di bulan suci ini. Iman berencana langsung menyambangi orang tuanya begitu tiba di kampung halaman. Menurutnya, mudik tahun ini tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dirawat di Rusia Usai Dugaan Serangan
Hashim Minta ASN Junior Diprioritaskan Dapat Rumah Subsidi, Tawarkan Internet Rp100 per Bulan
Ekspor Listrik Hijau ke Singapura Jadi Pintu Masuk Investasi Industri Teknologi Tinggi
Kapolri Tinjau Langsung Kesiapan Mudik di Gerbang Tol Kalikangkung