Namun begitu, Niti punya beberapa catatan. Pertama, distribusi harus benar-benar merata, khususnya di titik-titik jalur mudik yang padat. Kedua, pengawasan kualitas dan takaran wajib dilakukan secara ketat dan berkala.
"Dan ketiga, Pertamina harus selalu siap menanggapi aduan konsumen. Solusi harus dicari sesegera mungkin," tambahnya.
Lebih jauh, dia berharap ketahanan energi tidak hanya dijaga untuk momen seasonal seperti Lebaran. Dalam kondisi geopolitik yang fluktuatif seperti sekarang, upaya berkelanjutan mutlak diperlukan.
Selain soal pasokan, Niti juga menyoroti layanan pendukung seperti Serambi MyPertamina. Menurutnya, fasilitas ini sudah memberikan pengalaman yang cukup positif bagi pemudik.
Dengan 43 titik yang tersebar di rest area, bandara, hingga stasiun, layanan ini disebutnya istimewa.
"Mengapa istimewa? Pemudik bisa istirahat sambil menikmati musola, mini klinik, area bermain anak, bahkan makan minum gratis dan tukang cukur," papar Niti.
Sebagai informasi, untuk mengamankan momen tahun ini, Pertamina tak main-main. Mereka menyiagakan ribuan titik layanan: mulai dari hampir 8.000 SPBU, ribuan agen LPG dan pertashop, hingga ratusan unit mobil tangki dan Motorist BBM yang siap standby. Semua demi satu tujuan: distribusi energi yang lancar dari awal Ramadan hingga usainya Lebaran.
Artikel Terkait
Roy Suryo Klaim Surat Perintah di Balik Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dirawat di Rusia Usai Dugaan Serangan
Hashim Minta ASN Junior Diprioritaskan Dapat Rumah Subsidi, Tawarkan Internet Rp100 per Bulan
Ekspor Listrik Hijau ke Singapura Jadi Pintu Masuk Investasi Industri Teknologi Tinggi