Bank Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider, Transaksi Kopra Tembus Rp27.500 Triliun

- Senin, 16 Maret 2026 | 15:35 WIB
Bank Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider, Transaksi Kopra Tembus Rp27.500 Triliun

Yang menarik, Kopra juga memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) lewat fitur Trade Document Checking. Fitur ini diklaim mampu meningkatkan akurasi dan kecepatan verifikasi dokumen perdagangan secara signifikan.

Di sisi lain, platform ini juga membantu nasabah eksportir memenuhi kewajiban regulasi yang rumit, seperti penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam. Untuk urusan ini, Kopra menghadirkan DHE Dashboard dengan kemampuan self-flagging. Sistemnya otomatis mengkategorikan dana yang masuk berdasarkan jenisnya, yang sangat membantu dalam penyusunan laporan internal, proses audit, dan tentu saja, pelaporan ke regulator.

Dengan kata lain, Kopra berperan ganda: sebagai mitra bisnis sekaligus penjaga kepatuhan, yang pada akhirnya turut mendukung stabilitas keuangan nasional.

Sejak diluncurkan pada 2021, platform ini telah melayani lebih dari 300.000 nasabah. Jangkauannya luas, mulai dari sektor produktif, komersial, institusi keuangan, lembaga pemerintah, hingga UKM. Hasilnya cukup mencengangkan. Hingga akhir Desember 2025, nilai transaksi Kopra telah melampaui Rp27.500 triliun tumbuh lebih dari 22% year-on-year. Frekuensi transaksinya mencapai 1,5 miliar, naik 14% dari tahun sebelumnya.

Ke depan, komitmen Bank Mandiri tetap kuat. Mereka berjanji akan terus mengembangkan inovasi layanan digital yang relevan dengan kebutuhan pasar, sekaligus berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui penguatan Kopra by Mandiri, Bank Mandiri optimistis peningkatan kapabilitas layanan bagi pelaku usaha akan semakin mendorong efisiensi, daya saing, dan pada akhirnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," pungkas Sunarto.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar