Libur panjang Natal tahun ini, seperti diduga banyak orang, memang memicu arus mudik yang cukup signifikan. Data terbaru dari divisi regional Jasamarga Metropolitan Tollroad menunjukkan hal itu. Mereka mencatat lonjakan kendaraan yang mengarah ke kawasan Puncak, Bogor. Angkanya naik cukup tajam, sekitar 12,91 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga, memberikan rinciannya pada Sabtu (27/12/2025).
"Totalnya mencapai 40.185 kendaraan. Kalau dibanding volume normal yang sekitar 35.590 transaksi, ya kenaikannya signifikan," ujarnya.
Namun begitu, situasinya tidak seragam di semua rute. Ada beberapa titik yang justru sepi. Misalnya, arus menuju Bandara Soekarno-Hatta lewat GT Cengkareng, atau jalur ke Tangerang dan Merak, volumenya justru lebih rendah dari hari biasa. Sepertinya, fokus warga memang lebih ke destinasi wisata dan kampung halaman.
Di sisi lain, Jawa Barat sendiri jadi magnet utama. Lalu lintas menuju Kota Bandung lewat GT Pasteur dan ke arah Rancaekek via GT Cileunyi terpantau meningkat. Secara keseluruhan, tercatat 72.207 kendaraan melintas di wilayah ini naik 8,31 persen dari angka normal 66.667 kendaraan.
Yang menarik, arus baliknya juga mulai terasa. Kendaraan yang meninggalkan Bandung menuju Jakarta melalui gerbang yang sama tercatat 57.090 unit. Angka ini sedikit lebih tinggi, hanya 0,18 persen, dibanding volume normal.
Kalau dirinci per gerbang tol, gambarnya jadi lebih jelas. Di GT Cileunyi, arus yang meninggalkan Bandung menuju Rancaekek atau Garut melonjak 16,46 persen, menjadi 37.831 kendaraan. Sebaliknya, arus masuk ke Bandung justru turun tipis, sekitar 1,50 persen.
Sementara itu, di GT Pasteur, pola kenaikan terjadi di kedua arah. Kendaraan masuk ke Kota Bandung naik 1,62 persen, sedangkan yang keluar dari Bandung naik 1,81 persen. Peningkatannya memang tak terlalu drastis, tapi tetap menunjukkan aktivitas yang padat.
Jadi, meski ada titik-titik ramai seperti menuju Puncak dan Bandung, pola lalu lintas libur Natal kali ini terdistribusi dengan karakter yang beragam. Ada yang melonjak tajam, ada yang stagnan, bahkan ada yang sepi.
Artikel Terkait
Angin Puting Beliung Landa Stadion Pakansari, Kerusakan Parah tapi Tak Ada Korban Jiwa
Pemkot Tangsel Revitalisasi SDN Babakan 01 Setu, Hapus Sistem Belajar Bergilir
Presiden Prabowo Gariskan Peran BUMN Baru Agrinas Jaladri Dongkrak Sektor Perikanan
Persija Jakarta Terancam Pindah Kandang ke JIS Jelang Laga Kontra PSM