Hujan deras masih mengguyur aspal ketika sebuah truk pengangkut gabah melaju dari arah Merak menuju Jakarta. Malam itu, Senin (16/3) dini hari, pukul satu lewat, jalan tol Tangerang-Merak di kilometer 76 wilayah Kidemang, Serang, tetap ramai oleh kendaraan. Lalu, tiba-tiba, situasi berubah kacau.
Sebuah tabrakan hebat terjadi antara truk gabah itu dengan sebuah truk tangki gas milik Pertamina. Suara benturan keras memecah kesunyian malam. Akibatnya, truk gabah terguling, sementara sopirnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Menurut penuturan Kompol Deny Yuda, Kepala Induk PJR Serang Korlantas Polri, kronologi kejadiannya bermula dari masalah teknis pada truk pengangkut gabah. Kendaraan itu awalnya melaju di lajur paling kiri.
"Setibanya di TKP, menurut keterangan pengemudi, light truck mengalami pecah ban kanan depan," ucap Deny.
Ban yang pecah itu membuat sopir kehilangan kendali. Truk pun oleng tak karuan, menyasar ke lajur dua. Nah, di lajur itulah truk tangki Pertamina sedang melintas. Tabrakan pun tak terhindarkan.
"Truk tangki yang berjalan di lajur dua menabrak light truk, menyebabkan keduanya oleng ke kanan dan berpindah jalur arah Merak," katanya menjelaskan.
Dampaknya cukup parah. Tak cuma kedua kendaraan yang rusak bagian depan tangki penyok, truk gabah ringsek dan terguling pembatas jalan tol di tengah juga ikut menjadi korban, rusak diterjang. Lalu lintas sempat terganggu, tentu saja, sebelum akhirnya bisa dinormalkan kembali. Sejauh ini, investigasi masih terus berlanjut untuk menyelidiki penyebab pasti pecah ban tersebut.
Artikel Terkait
Kemendagri Targetkan Penegasan Batas 5.000 Desa Hingga 2029, Baru 14,49 Persen Tuntas
Polisi Tetapkan Dua Pengasuh Baru sebagai Tersangka Kekerasan Balita di Daycare Banda Aceh
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Tahanan Rumah Setelah Lima Tahun Ditahan
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO