“Kita tertarik di Indonesia, sebab ada teknologi EOR yang sudah diterapkan. Kita percaya kita bisa belajar dari Indonesia untuk mengoperasikan EOR,” ujarnya.
Pertemuan itu ternyata membuka lebih banyak peluang. Indonesia tak cuma menawarkan diri sebagai mitra belajar, tapi juga mengajak Brunei berinvestasi lebih dalam. Melalui kerangka Koridor Ekonomi Indonesia (KEI), Brunei diajak berpartisipasi membangun infrastruktur ketenagalistrikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang punya sumber daya alam tapi masih gelap gulita.
Kerja sama dirancang cukup komprehensif, mencakup penguatan kapasitas SDM lewat program capacity building, dari hulu migas sampai pelatihan auditor energi terbarukan.
Ini seperti babak baru dalam hubungan kedua negara. Selama ini dikenal sebagai produsen migas utama, Brunei kini justru melirik serius transformasi energi yang dijalankan Indonesia. Delegasi mereka menyampaikan ingin mempelajari pengalaman Indonesia mengembangkan diversifikasi pembangkit, khususnya Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menurut Bahlil, ada rencana besar di balik ketertarikan ini. Brunei disebut sedang mempersiapkan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik nasionalnya hingga lima kali lipat. Mereka ingin menambah sekitar 4 Gigawatt dari kapasitas saat ini yang hanya 1 Gigawatt.
“Ini adalah momentum emas bagi kolaborasi kawasan,” pungkas Bahlil.
Ia menjelaskan, Brunei melihat Indonesia sudah melangkah lebih maju dengan pembangkit dari berbagai sumber energi. Sementara Brunei sendiri masih sangat bergantung pada gas, yang menyumbang 99 persen untuk pembangkit listriknya, dan mereka berniat mengurangi porsi itu.
Pertemuan di Tokyo itu jelas bukan sekadar basa-basi diplomatik. Ada niat nyata dari kedua belah pihak untuk bertukar kelebihan dan menutupi kekurangan. Indonesia butuh pasokan, Brunei butuh teknologi dan pengalaman diversifikasi. Sepertinya, kolaborasi saling menguntungkan sedang dirangkai.
Artikel Terkait
Polisi Fokus Uji Forensik Helm dan Wadah untuk Ungkap Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
BI Catat Lonjakan 85% Penukaran Uang Jelang Lebaran, Perluas Layanan ke 9.294 Titik
Manchester United Bangkit, Kembali ke Jalur Kemenangan Usai Tekuk Aston Villa
ASDP Terapkan Sistem Satu Arah 4,5 Km untuk Atasi Antrean Horor di Pelabuhan Gilimanuk