Jakarta Utara diguyur hujan ringan Senin siang itu. Tapi cuaca tak mengurungkan niat tim dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI. Mereka tiba-tiba muncul di gerbang sebuah perusahaan logam di Tanjung Priok. Tujuannya satu: memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) sudah sampai di tangan karyawan.
Ini bukan kunjungan pertama. Sebelumnya, tim yang sama sudah menyambangi lokasi di Jakarta Timur. Rupanya, sidak THR ini jadi agenda rutin Pemerintah Provinsi DKI untuk mengawasi perusahaan-perusahaan di ibukota.
Kepala Dinas Nakertransgi DKI, Syaripudin, menjelaskan alasannya.
“Sidak pembayaran THR ini bagian dari sistem pengawasan ketat kami. Intinya, memastikan perusahaan patuh pada aturan dan kewajibannya kepada pekerja,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Dengan lebih dari 500.000 perusahaan beroperasi di Jakarta, mustahil untuk mendatangi semuanya. Makanya, strategi sampling dipilih. Beberapa perusahaan didatangi langsung, dijadikan contoh untuk yang lain.
Di lokasi sidak hari itu, PT Steel Center Indonesia (SCI), kabarnya berita baik yang didapat. Syaripudin menyebut perusahaan ini sudah menunaikan kewajibannya.
“Alhamdulillah, kedua perusahaan telah mematuhi aturan yang berlaku, termasuk di PT SCI yang terbukti telah menunaikan kewajiban pembayaran THR kepada para pekerjanya,” kata Syaripudin.
Namun begitu, pengawasan tak berhenti sampai di sini. Ia menegaskan, pemantauan akan terus berjalan bahkan setelah Lebaran usai. Langkah ini penting agar tak ada satupun perusahaan yang mengelak dari tanggung jawabnya.
“Kami berharap seluruh perusahaan dapat memenuhi kewajiban pembayaran THR secara tepat waktu. Dengan begitu, para pekerja bisa merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang bersama keluarga,” ungkapnya.
Di sisi lain, manajemen PT SCI menyambut hangat kunjungan tim dinas tersebut. Manager HRGA, Sunaryo, mengklaim pembayaran THR justru sudah dilakukan jauh hari.
“Kami berikan sejak H-14 sebelum Lebaran. Bahkan nominalnya di atas standar,” katanya.
Lalu seberapa besar?
“Jumlahnya mencapai dua kali lipat,” ujar Sunaryo tegas.
Pernyataan manajemen diamini oleh salah satu karyawan. Jian Pratama, pekerja berusia 37 tahun, mengonfirmasi dirinya dan rekan-rekannya sudah menerima THR dua pekan sebelumnya.
Ia melihat sidak seperti ini sebagai hal yang positif.
“Pengawasan langsung dari pemerintah sangat kami apresiasi. Ini menunjukkan aturan tidak hanya dibuat, tetapi juga diawasi pelaksanaannya,” ungkap Jian.
Rupanya, di balik rutinitas sidak yang terkesan formal, ada harapan sederhana: memastikan hak pekerja tak terlupakan di tengah hingar-bingar persiapan hari raya. Sebuah upaya agar keringat mereka dibayar dengan tepat, sebelum ucapan “mohon maaf lahir dan batin” bergema.
Artikel Terkait
Israel Konfirmasi 175 Aktivis Armada Bantuan Gaza Akan Diturunkan di Yunani
Badan Gizi Nasional Peringatkan Modus Penipuan Baru Mengatasnamakan Pejabat, Targetkan Pengelola Layanan Gizi
Peneliti BRIN Ungkap Rantai Makanan Kacau Jadi Pemicu Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta
Israel Intersepsi 22 Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Kreta, Komunikasi Armada Terputus