Persoalan tak cuma berhenti di utang pusat. JK juga menyoroti fenomena yang mungkin luput dari perhatian banyak orang: penurunan drastis alokasi transfer ke daerah. Dulu, porsinya bisa mencapai 30 persen dari total pengeluaran negara. Sekarang? Angkanya merosot hingga hanya sekitar 17 persen.
Ini masalah serius. Daerah punya tanggung jawab besar menangani pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur lokal. Dengan anggaran yang terus dikurangi, kualitas layanan dan pembangunan di tingkat akar rumput jelas terancam.
"Jadi nanti infrastruktur daerah akan berbahaya, akan terjadi penurunan kualitasnya, dan juga pendidikan," tutur JK.
Ia menegaskan, pemerintah pusat tak boleh abai. Kondisi fiskal daerah harus dapat perhatian lebih, karena merekalah sebenarnya tulang punggung negara. "Daerah itu adalah kumpulan daripada negara," pungkasnya. Pesannya jelas: mengabaikan daerah sama saja dengan menggerogoti fondasi bangsa sendiri.
Artikel Terkait
KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Lebaran 2026: 40 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir di Hari Puncak
Transportasi Udara, Laut, dan Darat Bali Berhenti Sementara untuk Nyepi 2026
Menhub: Arus Mudik Lebaran 2026 Masih Sesuai Prediksi Berkat WFA dan Single Tarif