Nah, sekarang bola ada di pihak Dewan Keamanan. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung Rabu waktu New York nanti, untuk menentukan nasib draf resolusi ini.
Iravani bersikukuh. Baginya, resolusi ini sarat muatan politik dan pada akhirnya menghukum pihak yang seharusnya dilindungi.
“Mereka berusaha untuk memberi penghargaan kepada agresor dan menghukum korban melalui resolusi yang bias dan bermotif politik,” tegasnya.
Dia juga memberi sinyal dampak yang lebih luas. Jika resolusi ini lolos, bukan cuma soal satu negara yang kena. Kredibilitas dan legitimasi Dewan Keamanan PBB sendiri yang bakal ternoda di mata internasional.
“Jika diadopsi, agresor, Israel dan Amerika Serikat, akan diberi penghargaan dan terdorong untuk melakukan agresi lebih lanjut,” tutur Iravani.
Implikasinya bisa panjang. Dan semua kini tergantung pada suara yang akan diberikan di ruang sidang yang tenang itu.
Artikel Terkait
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator
Kemkomdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Penipuan Mudik dan Hoaks Jelang Lebaran
Jaksa Penuntut Kasus Sabu 2 Ton Minta Maaf ke DPR Usai Dapat Hukuman Disiplin
Penerimaan Pajak Tumbuh 30,4%, Dongkrak Belanja Negara Awal 2026