"Masyarakat bisa dapat barang bagus dengan harga relatif lebih murah. Itu intinya," ungkapnya.
Di sisi lain, gerakan ini juga membuka jalan bagi para produsen, termasuk petani. Mereka mendapat ruang untuk menyalurkan hasil panen secara langsung, tanpa terhambat rantai distribusi yang berbelit. Dengan kata lain, ini upaya menstabilkan penyaluran barang pokok dari sumbernya.
Lalu, barang apa saja yang dijual? Beragam sekali. Mulai dari beras dengan beberapa tingkatan kualitas, minyak goreng, gula pasir, sampai tepung terigu. Tidak ketinggalan telur ayam dan daging ayam yang jadi buruan utama jelang hari raya.
Pantauan di lokasi, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Mereka memadati stan-stan penjualan, membawa kantong dan keranjang masing-masing. Suasana hidup, riuh rendah, namun tertib. Sebuah pemandangan yang cukup menggambarkan betapa kebutuhan akan harga pangan yang stabil memang sangat dirindukan.
Artikel Terkait
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Jaga Stabilitas NKRI
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah