Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut. Betapa tidak, ternyata Pertamina memiliki sekitar 200 anak dan cucu perusahaan. Fakta ini ia sampaikan dalam acara Tasyakuran HUT pertama Danantara Indonesia, Rabu lalu. Menurutnya, kondisi ini jadi sinyal jelas bahwa konsolidasi besar-besaran di tubuh BUMN memang mendesak untuk dilakukan.
Dalam sambutannya, Prabowo sedikit menengok ke belakang. Ia bercerita, banyak BUMN lahir dari kebutuhan mendesak bangsa di masa awal kemerdekaan. Saat itu, negara hampir tak punya apa-apa.
"Kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan Patal Senayan. Tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas," ujarnya.
"Belum lagi soal obat-obatan. Waktu merdeka, kita juga tak punya. Akhirnya negara pun mendirikan perusahaan-perusahaan farma," tambah Prabowo.
Niat baik para pendiri bangsa itu, lanjutnya, memang mulia. Tapi seiring waktu, berkembanglah kompleksitas yang mungkin tak terbayangkan dulu. Perusahaan negara seperti Pertamina, yang dibentuk untuk mengelola minyak dan mineral, akhirnya punya rantai usaha yang begitu panjang.
Artikel Terkait
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Jaga Stabilitas NKRI
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah
Polres Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Stadion Pakansari Sambut Lebaran