Ia menegaskan komitmen Prancis untuk membantu meningkatkan efisiensi dan modernisasi pertanian di Indonesia. Potensinya dinilai sangat besar. Melalui implementasi DoI, kerja sama yang digalang akan mencakup banyak hal konkret. Mulai dari kolaborasi riset ilmiah, pengembangan pendidikan vokasi, hingga kerja sama di bidang peternakan dan industri pendukungnya. Bahkan, peluang perdagangan dan ekspor komoditas Indonesia ke pasar global turut dibicarakan.
“Kami ingin mengembangkan kerja sama yang lebih luas,” kata Penone mengenai hal ini.
Sebelumnya, Mentan Amran sendiri kerap menekankan pentingnya kolaborasi semacam ini. Baginya, kerja sama internasional bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan.
“Kerja sama internasional sangat penting untuk mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Amran.
Sinergi dengan negara sahabat, termasuk Prancis, diharapkannya bisa membawa percepatan. Bukan cuma untuk penguatan sistem pertanian dalam negeri, tapi juga membuka pintu lebar untuk transfer teknologi, investasi segar, dan tentu saja, peningkatan kapasitas SDM petani Indonesia. Semua itu, pada akhirnya, bermuara pada satu tujuan: ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Gelombang Pertama WNI Dievakuasi dari Iran Tiba dengan Selamat di Soekarno-Hatta
Suami Siri Cekik dan Ikat Leher Perempuan di Depok, Mayat Baru Ditemukan Setahun Kemudian
THR Rp22,8 Triliun untuk ASN dan Pensiunan Telah Tersalurkan
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman, Impor Beras Dibatalkan