"Lebih banyak proyektil ditembakkan daripada di awal perang," ujarnya. Tidak hanya jumlahnya yang gila-gilaan, hulu ledaknya pun disebut punya bobot lebih dari satu ton. Jadi, anggapan bahwa kekuatan Iran melemah sama sekali tidak berdasar.
Di sisi lain, ancaman blokade minyak tetap digaungkan. Naeini bersumpah angkatannya tak akan mengizinkan satu liter pun minyak mengalir dari kawasan itu ke negara agresor dan sekutu-sekutunya. Itu bakal terus berlaku sampai ada pemberitahuan lain.
"Upaya mereka mengendalikan harga minyak dan gas cuma sementara," katanya. Dan yang terpenting, menurutnya, usaha itu pasti bakal sia-sia.
Jadi, lewat pernyataan ini, Iran jelas sedang mengirim pesan. Mereka masih punya banyak kartu di tangan, dan perang ini masih jauh dari kata selesai.
Artikel Terkait
Kuota Mudik Gratis DKI Jakarta Bertambah Jadi 30.774 Orang
DPRD DKI Dorong Perda Pembangunan Keluarga Tangguh Antisipasi Dampak Perceraian
KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Terkait Dugaan Suap Proyek
AS Gunakan Rudal PrSM untuk Pertama Kali dalam Serangan ke Iran