Tapi kondisi paling ekstrem terjadi di Papua. Menurut penjelasan Amalia, dua kabupaten di sana mencatatkan harga yang benar-benar fantastis.
"Bahkan yang di Papua, harga telurnya 90 persen di atas HAP dan masih mengalami inflasi 12 persen," lanjutnya.
Kabupaten Intan Jaya dan Mamberamo Tengah disebut-sebut sebagai wilayah dengan harga tertinggi. Di dua tempat itu, satu kilogram telur ayam ras bisa dibanderol hingga Rp100.000. Sungguh angka yang sulit dibayangkan.
Di sisi lain, Amalia menegaskan situasi ini butuh perhatian serius. Apalagi permintaan bahan pangan pasti akan melonjak drastis seiring mendekatnya momen Ramadan dan Lebaran. Lonjakan harga yang sudah terjadi di banyak wilayah, dan jauh di atas HAP, adalah tanda yang tak bisa diabaikan.
"Dalam rangka menghadapi Ramadhan dan Lebaran, mungkin perlu mendapat perhatian, terutama untuk harga telur ayam ras," pungkasnya.
Jadi, inilah gambaran yang ada. Kenaikan harga telur sudah merata, dengan titik-titik panas yang harganya benar-benar tak terkendali. Pemerintah ditantang untuk bertindak sebelum situasi bertambah runyam.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif sebagai Tersangka Baru Kasus Pemerasan
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Rencanakan Buyback Saham
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar
Menteri Keuangan Tinjau Tanah Abang, Klaim Daya Beli Masih Kuat