Lewat sebuah video call yang hangat, Presiden Prabowo Subianto memberikan janji yang mungkin mengubah hidup seorang siswi dari Nias. Semuanya berawal dari sebuah video TikTok yang menyentuh, di mana Yamisa Zebua menunjukkan betapa berbahayanya perjalanan dia dan teman-temannya ke sekolah mereka harus menyeberangi sungai yang deras. Video itu viral, dan menarik perhatian sang presiden.
Tak lama setelah itu, sebuah jembatan bailey pun dibangun di Desa Sifalago, Nias, Sumatera Utara. Akses yang dulu menakutkan, akhirnya aman dilalui.
Dalam percakapan virtual itu, Yamisa tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih atas semua bantuan yang telah bapak berikan kepada kami, sekarang kami tidak…lagi dan tidak membuka sepatu lagi kalau kami pergi ke sekolah, terima kasih bapak presiden,” ujar Yamisa.
Prabowo lalu bertanya lebih jauh. Usianya ternyata 17 tahun, duduk di bangku kelas 12 SMA. Pertanyaan selanjutnya yang wajar: apa rencana setelah lulus?
Jawaban Yamisa sederhana namun menyiratkan keraguan. Dia punya keinginan kuat untuk kuliah, cita-citanya masuk bidang kedokteran. Tapi, keadaan ekonomi keluarga menjadi penghalang besar. “Saya ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi tapi orang tua saya tidak mampu, Pak,” katanya.
Mendengar pengakuan itu, Prabowo langsung merespons. Dia menawarkan peluang pendidikan kepada Yamisa. Namun begitu, dia juga menyelipkan pesan yang tegas dan seperti seorang bapak.
“Kamu akan kami beri kesempatan untuk tes,” kata Prabowo. Tapi pesannya tidak berhenti di situ. Dia berpesan agar Yamisa fokus belajar dengan sungguh-sungguh. “Jangan pacaran dulu,” tambahnya sambil tersenyum, menekankan bahwa konsentrasi penuh diperlukan untuk meraih impian yang tinggi.
Dialog singkat ini, di luar semua urusan politik, terasa sangat manusiawi. Sebuah laporan lewat media sosial berujung pada jembatan, dan mungkin akan berlanjut pada gerbang perguruan tinggi bagi seorang anak perempuan pemberani dari Nias.
Artikel Terkait
Bareskrim Tangkap Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin di Sumbawa
Menteri Olahraga Italia Tolak Keras Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Buronan Interpol Asal AS Dideportasi dari Indonesia Setelah Terdeteksi Sistem Autogate Imigrasi
Perjuangan Orang Tua Antar Anak Ikut UTBK, Pedagang Mi Ayam Tempuh Perjalanan Jauh Demi Pendidikan