Longsor sampah di Bantargebang pekan lalu benar-benar jadi pengingat yang keras. Bukan cuma untuk Bekasi, tapi terutama buat Jakarta. Gimana nggak, hampir semua sampah Ibu Kota berujung di sana. Nah, sebagai respons, Pemprov DKI kini ambil langkah baru: sampah dari Jakarta akan dipilah dulu sebelum akhirnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir.
Kebijakan ini diumumkan oleh Pramono di Balai Kota, Senin (9/3/2026). Intinya, bakal ada proses pemilahan di ujung. Tujuannya jelas, untuk mengatur arus sampah dan mengurangi beban yang dikirim ke Bantargebang.
"Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan," tegasnya. Alasannya sederhana tapi krusial: daya tampungnya sudah nyaris habis.
Angkanya sendiri bikin merinding. Setiap hari, ada sekitar 7.400 ton sampah dari Jakarta yang menumpuk di sana. Jumlah itu bisa melonjak sampai 8.000 ton saat akhir pekan tiba. Dengan kondisi Bantargebang yang sudah over kapasitas, insiden longsor ini pasti berdampak besar pada sistem pengelolaan sampah DKI.
Artikel Terkait
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Rencanakan Buyback Saham
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar
Menteri Keuangan Tinjau Tanah Abang, Klaim Daya Beli Masih Kuat
Menteri Keuangan G7 Gelar Rapat Darurat Bahas Pelepasan Cadangan Minyak