Permintaannya sangat mendesak. Kapal itu dilaporkan mengalami kerusakan teknis. Akhirnya, 183 awak kapal dievakuasi dan ditempatkan di fasilitas angkatan laut di Kochi.
Sementara nasib malang menimpa IRIS Dena. Kapal itu sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti latihan militer yang diadakan India. Tiba-tiba saja, di lepas pantai Sri Lanka, rudal menghantam.
Pihak berwenang Sri Lanka pun tak tinggal diam. Mereka mengawal kapal perang Iran lain, Booshehr, ke pelabuhan di pantai timur. Sebagian besar kru-nya dievakuasi dengan cepat ke sebuah kamp Angkatan Laut dekat Kolombo, menyelamatkan mereka dari bahaya yang sama.
Serangkaian kejadian ini, meski terpisah, menggambarkan betapa rumitnya situasi. India tampak berusaha menjaga keseimbangan yang sulit: membantu atas dasar kemanusiaan, sementara di laut lepas, perang nyata sedang terjadi.
Artikel Terkait
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 5 Masih Hilang
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Pemerintah Tegaskan Tata Kelola Tanah yang Baik Kunci Tarik Investasi dan Redam Konflik
Banjir Jakarta Surut, 16 RT dan Dua Ruas Jalan di Jakarta Barat Masih Tergenang