Dua kapal tanker milik Pertamina kini terkatung-katung di perairan yang memanas. Mereka terjebak di sekitar Selat Hormuz, jalur laut super sibuk yang tiba-tiba jadi ajang ketegangan geopolitik. Penyebabnya? Iran menutup selat itu menyusul konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi situasi genting ini. Kapal-kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) itu sedang dalam perjalanan pulang membawa minyak mentah dari Timur Tengah.
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz milik Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk mencari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” jelas Bahlil.
Nah, di titik inilah diplomasi Indonesia bergerak. Upaya penyelamatan itu dipimpin langsung oleh tim di KBRI Teheran. Menurut Direktur Jenderal ASPASAF Kemlu, Santo Darmosumarto, percakapan intensif dengan pemerintah Iran sedang berjalan.
"Terkait dengan yang terjadi saat ini dengan dua tanker dari pihak Pertamina, dapat disampaikan bahwa hal tersebut sedang di-follow up oleh teman-teman kita di KBRI Teheran,” kata Santo kepada awak media, Jumat lalu.
Artikel Terkait
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global
Dokter Kecantikan Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan