Buruh Siapkan Gugatan dan Konvoi Massal Tolak UMP 2026

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 19:50 WIB
Buruh Siapkan Gugatan dan Konvoi Massal Tolak UMP 2026

Penetapan Upah Minimum Provinsi untuk tahun 2026 kembali menuai penolakan keras. Kali ini, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI menyatakan sikapnya dengan tegas: mereka tak akan terima begitu saja.

Rencananya, ada dua langkah besar yang bakal ditempuh. Pertama, tentu saja lewat jalur hukum. Namun begitu, mereka juga siap turun ke jalan dengan massa dalam jumlah yang tak sedikit.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan gugatan hukum akan diajukan. Sasaran utamanya adalah Keputusan Gubernur DKI Jakarta soal UMP 2026. Tapi itu bukan satu-satunya.

“UMP DKI 2026 akan digugat ke PTUN, UMSK Gubernur Jawa Barat akan digugat, dan beberapa UMK serta UMP provinsi lainnya. Kami juga sedang mempelajari untuk menggugat UMP Sumatera Utara yang lebih parah karena hanya menggunakan indeks 0,5 padahal inflasinya tinggi,”

Kata Said Iqbal kepada para wartawan, Sabtu lalu. Menurutnya, perhitungan di Sumut itu sangat merugikan.

Di sisi lain, aksi massa sudah dipersiapkan dengan matang. Akan digelar selama dua hari berturut-turut, Senin dan Selasa nanti, berpusat di Istana Negara dan gedung DPR RI.

Hari pertama, sekitar seribu buruh direncanakan berkumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka akan mulai bergerak sekitar pukul sepuluh pagi. Lalu, di hari kedua, gelombang protes diprediksi bakal membesar. Targetnya, sedikitnya sepuluh ribu orang akan memadati lokasi.

Yang bikin suasana makin panas adalah rencana konvoi besar-besaran. Ribuan pekerja dari daerah penyangga Jakarta berencana datang menggunakan sepeda motor.

“Buruh-buruh dari Jawa Barat akan melakukan konvoi 10 ribu sampai 20 ribu motor. Dari daerah Pantura seperti Cirebon, Indramayu, Karawang, Purwakarta, dan Subang akan mulai bergerak malam hari memasuki Jakarta,"

Jelas Said Iqbal lagi. Rute yang disebut adalah lewat Pantura dan Puncak.

Mereka dari Bandung Raya, Cianjur, Sukabumi, ditambah kawan-kawan dari Bogor, Banten, dan tentu saja Jakarta sendiri, akan bersatu. Suasana diperkirakan bakal sangat ramai dan tentu saja, mencekam.

Pesan terakhir dari Said Iqbal terdengar lugas dan tanpa kompromi. “Ini adalah aksi penolakan tegas kami terhadap kebijakan upah yang tidak berpihak pada buruh," pungkasnya. Semuanya sudah siap. Tinggal menunggu hari H.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar