“Karena memang conversation-nya harus dilakukan dengan pihak Iran. Nah, oleh karena itu memang saat ini sedang dilakukan upaya diplomasi," sambungnya.
Inti dari pembicaraan itu sederhana tapi krusial: memastikan kedua kapal bisa melintas dengan selamat dan mendapat perlindungan. "Untuk memastikan bahwa kepentingan Indonesia terkait dengan Pertamina itu dapat terus diberikan perlindungan, dari sisi dapat melintas Selat Hormuz dengan aman," ungkap Santo.
Memang, situasi di lapangan belum benar-benar kondusif. Santo mengakui hal itu. Namun begitu, upaya komunikasi dari KBRI Teheran terus dipaksakan. “Memang kondisinya secara umum memang masih belum kondusif di sana, tapi terus kita upayakan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah Iran," tuturnya.
Jadi, untuk sementara, kedua kapal itu tetap bersandar di lokasi yang dianggap paling aman. Mereka menunggu. Menunggu hasil lobi dan perbincangan diplomatik yang diharapkan bisa membuka jalan bagi mereka untuk pulang.
Artikel Terkait
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global
Dokter Kecantikan Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan