Di sisi lain, Pramono cukup yakin fenomena panic buying tidak akan terjadi di Jakarta. Alasannya sederhana: pengelolaan stok BBM di Ibu Kota bukanlah tanggung jawab Pemprov DKI semata.
Semua diatur bersama dengan pemerintah pusat.
"Ya kan semua stok di Jakarta ini pasti dikelola bersama-sama dengan Pemerintah Pusat. Bukan kemudian dikelola oleh Pemda sendiri, tetapi dikelola bersama-sama," tegasnya.
Jadi, pesannya jelas: tenang saja. Pasokan bahan bakar untuk kota besar seperti Jakarta, katanya, sudah diatur sedemikian rupa agar tidak sampai kosong.
Artikel Terkait
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92
Filipina Terapkan Kerja Empat Hari Seminggu untuk Kantor Pemerintah, Antisipasi Krisis Energi Global
Dokter Kecantikan Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya Usai Mangkir Pemeriksaan