Proses negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat, secara substansi, sudah beres. Itulah kabar terbaru dari pemerintah. Memang, masih ada tahap akhir yang perlu diselesaikan: merapikan dokumen hukum. Setelah itu, baru jadwal pertemuan puncak antara kedua kepala negara bisa ditentukan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang memberikan konfirmasi ini. Menurutnya, semua materi pembicaraan pada dasarnya telah disepakati. Saat ini, fokusnya ada pada penyempurnaan akhir naskah hukum atau legal drafting, plus menunggu kepastian kapan Presiden Jokowi dan Presiden Donald Trump bisa bertemu.
“Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting. Dan berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden dan Presiden Trump,”
Ucap Airlangga saat ditemui di Sentul, Senin lalu.
Namun begitu, jangan tanya dulu soal hasil konkretnya. Airlangga enggan membeberkan detail. Alasannya klasik: ada perjanjian kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement yang masih mengikat kedua pihak. Semua akan terbuka setelah tanda tangan resmi tercantum.
“Dapetnya belum. Nanti, karena kita masih ada Non-Disclosure Agreement. Baru di-disclose kalau sudah ditandatangani,”
jelasnya.
Lalu kapan pertemuan puncaknya? Soal itu pun belum ada kejelasan. Airlangga menyebut dinamika internasional turut memengaruhi. Agenda global yang dihadiri Presiden, seperti penandatanganan Board of Peace, disebutnya ikut menggeser jadwal.
“Ya karena ini kan kemarin dinamika, kemarin ada penandatanganan Board of Peace dan sebagainya. Ini kan menggeser berbagai kegiatan. Tetapi kan kita lihat saja Board of Peace Pak Presiden juga tanda tangan,”
katanya.
Ada yang menduga isu perdamaian global itu terkait langsung dengan negosiasi tarif dagang kedua negara. Airlangga menepisnya. Meski begitu, ia mengakui isu seperti Ukraina dan Gaza memang mendominasi pembicaraan di forum internasional akhir-akhir ini, termasuk di Davos.
Jadi, intinya: negosiasi sudah di depan mata, tapi kita masih harus bersabar menunggu titik akhirnya.
Artikel Terkait
AEP Nusantara Holdings Kuasai 98,26% Saham Pinago Utama, Wajib Lakukan Tender Wajib
IHSG Siang Ini Menguat 0,65 Persen ke 7.102,72, Ditopang Sektor Non-Keuangan
OJK: Arus Dana Asing Keluar Akibat Geopolitik Global, Bukan Fundamental Ekonomi Domestik
IHSG Dibuka Menguat 0,41 Persen ke 7.086, Seluruh Sektor Hijau di Awal Perdagangan