Tak main-main, ada sepuluh perusahaan yang beroperasi di berbagai lini. Mulai dari Pegadaian, PNM, BRI Life, sampai ke BRI Ventures dan BRI Global Financial Services. Masing-masing punya peran strategisnya sendiri. Intinya, mereka memperkuat daya saing induknya sekaligus memperluas jangkauan layanan ke lebih banyak lapisan masyarakat.
Semua ini tak lepas dari program besar "BRIVolution Reignite". Transformasi berkelanjutan itu bertumpu pada dua pilar: Transform the Funding Franchise dan Revamp Existing Core and Build New Core. Nah, untuk membangun mesin pertumbuhan baru, BRI fokus pada beberapa hal.
Mereka genjot penetrasi di segmen konsumer, lalu perkuat ekosistem emas. Di segmen Commercial dan Corporate, strateginya dioptimalkan lewat pendekatan end-to-end ecosystem. Di sinilah peran Pegadaian, misalnya, jadi krusial dengan layanan bullion dan aplikasi Tring-nya yang memadukan tabungan emas hingga pembayaran digital.
Hasilnya? Basis fee-based income melebar, inklusi keuangan kian mendalam.
Dengan integrasi yang kian rapat dan diversifikasi usaha yang terarah, BRI Group jelas sedang berada di jalur yang tepat. Mereka bukan cuma mengejar angka, tapi berkomitmen menciptakan nilai berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan. Pada akhirnya, yang dituju adalah penguatan sektor produktif dan dorongan bagi perekonomian rakyat.
(Shifa Nurhaliza Putri)
Artikel Terkait
Kemlu Kerahkan Tim 24 Jam Bantu Jamaah Umrah Indonesia Terkatung di Arab Saudi
Bank Danamon Siapkan Perombakan Manajemen, Nobuya Kawasaki Diusulkan Gantikan Daisuke Ejima
Kemenhub Temukan 2.060 Bus Tak Layak Jelang Puncak Mudik 2026
Pemerintah Mulai Evakuasi 32 WNI dari Iran via Azerbaijan