Konflik di Timur Tengah ternyata tak cuma berdampak pada situasi politik. Para jamaah umrah asal Indonesia pun ikut merasakan dampaknya, dengan banyak yang terkatung-katung di bandara Arab Saudi. Kabar terbaru, Kementerian Luar Negeri kita sudah bergerak cepat.
Mereka mengerahkan tim khusus untuk memantau langsung kondisi para jamaah yang terdampak. Tim ini ditempatkan di dua bandara utama: Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Kerjanya pun non-stop, selama 24 jam penuh.
Hal ini diungkapkan oleh Plt. Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta hari Jumat lalu.
“Untuk penanganan WNI jamaah umrah yang stranded, perwakilan RI menerjunkan tim pemantauan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah selama 24 jam,” jelas Heni.
Penyebab utama masalah ini adalah pembatasan operasional penerbangan di kawasan tersebut. Akibatnya, ratusan jamaah pun terhambat pulang ke tanah air.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Pembangunan PLTS 13 GW sebagai Langkah Awal Capai Target 100 GW
Warga Tangerang Buka Puasa Pukul 18.14 WIB, Tangerang Selatan 18.13 WIB
Revisi PPh Final UMKM Masuk Tahap Akhir, Tunggu Persetujuan Menkeu
Jokowi Ungkap Dua Isu Strategis dalam Pertemuan Prabowo dan Sesepuh Bangsa