Penerima Nobel Perdamaian Absen di Oslo, Putri yang Menerima Medali

- Rabu, 10 Desember 2025 | 18:06 WIB
Penerima Nobel Perdamaian Absen di Oslo, Putri yang Menerima Medali

Upacara Nobel Perdamaian di Oslo besok akan berlangsung tanpa kehadiran sang penerima. Maria Corina Machado, tokoh oposisi Venezuela yang dinobatkan sebagai pemenang, tidak akan berdiri di atas panggung Balai Kota. Begitulah pernyataan resmi dari Institut Nobel Norwegia.

“Sayangnya dia tidak berada di Norwegia,” ujar Direktur Institut, Kristian Berg Harpviken, kepada stasiun NRK. Ia menegaskan Machado takkan hadir saat upacara dimulai pukul satu siang waktu setempat.

Lalu, di mana keberadaannya?

“Saya tidak tahu,” jawab Harpviken singkat. Situasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, mengingat acara tersebut akan dihadiri Raja Harald, Ratu Sonja, serta sejumlah pemimpin Amerika Latin seperti Presiden Argentina Javier Milei dan Presiden Ekuador Daniel Noboa.

Padahal, Machado seharusnya menjadi pusat perhatian. Namun nasibnya tak semudah itu. Sudah lebih dari setahun ia hidup dalam persembunyian, ditambah larangan bepergian yang dijatuhkan pemerintah Venezuela terhadapnya selama sepuluh tahun. Kondisinya memang rumit.

Meski begitu, acara Nobel takkan dibatalkan. Tradisi mengatur, jika penerima tak bisa hadir, keluarga terdekatlah yang akan mewakili. Menurut Harpviken, putri Machado, Ana Corina Sosa Machado, yang akan maju ke depan untuk menerima medali dan menyampaikan pidato atas nama ibunya.

Kemenangan Machado Oktober lalu sempat mencuatkan pernyataan menarik. Ia mendedikasikan sebagian penghargaannya untuk Donald Trump. Mantan Presiden AS itu sendiri pernah menyebut dirinya pantas mendapat Nobel Perdamaian.

Di sisi lain, Presiden Venezuela Nicolas Maduro punya pandangan lain soal Trump. Ia menuduh Trump berupaya menggulingkannya demi menguasai cadangan minyak Venezuela. Maduro bersikukuh bahwa rakyat dan tentaranya akan melawan setiap upaya intervensi asing.

Memang, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump disebut telah memerintahkan lebih dari dua puluh serangan militer di perairan Karibia dan Pasifik. Targetnya adalah kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba.

Bagi Machado, perjalanan politiknya penuh rintangan. Awal 2024, ia dilarang mencalonkan diri dalam pemilu presiden, meski sebelumnya memenangi pemilihan pendahuluan oposisi dengan gemilang. Keadaan memaksanya masuk ke dalam persembunyian sejak Agustus lalu, menyusul gelombang penangkapan terhadap para tokoh oposisi pasca pemilu yang penuh kontroversi.

Jadi, besok di Oslo, yang hadir hanyalah wakilnya. Sementara sang pemenang sejati, entah di mana, menyaksikan dari jauh.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar