Meski ketegangan geopolitik antara AS dan Iran terus memanas, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan warga ibu kota tak perlu khawatir soal pangan dan BBM. Stok untuk kebutuhan pokok disebutnya aman, bahkan berlebih.
“Untuk Jakarta, hal yang mencakup kebutuhan pokok mulai dari beras, daging, cabai merah keriting dan yang lain-lain, kami garansi aman. Bahkan sebenarnya kelebihan stok,” tegas Pramono saat ditemui di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat lalu.
Ia mengakui memang ada sedikit kenaikan harga, tapi sifatnya sangat terbatas. Menurutnya, situasi pasar masih terkendali.
“Bahwa ada kenaikan cabai merah keriting kemarin hanya sekitar tiga sampai lima persen. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga,” ujarnya lagi.
Menyambut Idul Fitri nanti, Pemprov DKI sudah bersiap dari sekarang. Lonjakan harga daging, misalnya, coba diantisipasi dengan mendatangkan lebih banyak sapi hidup ke ibukota. Jadi, stok diharapkan tetap lancar meski permintaan melonjak.
Lalu bagaimana dengan bahan bakar minyak? Di sisi lain, Pramono justru terlihat lebih santai membahas ini. Jakarta, dalam pandangannya, selalu jadi prioritas utama untuk distribusi energi.
“Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya. Mudah-mudahan untuk menyambut Idul Fitri terutama bagi yang mudik, semuanya bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Memang, konflik AS-Iran itu bikin was-was. Gangguan pasokan energi global dan gejolak harga komoditas adalah ancaman nyata. Namun begitu, Pramono meminta masyarakat tetap tenang. Pemerintah, klaimnya, terus memantau perkembangan dan berupaya menjaga stabilitas pasokan di Jakarta. Pesannya sederhana: jangan panik.
Artikel Terkait
AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran sebagai Respons Penembakan Helikopter Apache di Selat Hormuz
Herdman Sesali Penyelesaian Akhir Kurang Tajam meski Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0
Ribuan Guru Blokir Akses ke Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden Miliki Hak Prerogatif Perpanjang Usia Pensiun Kapolri, Wamenkum Tegaskan