Universitas Tarakanita Gelar Wisuda Perdana, Tandai Transisi dari STARKI

- Senin, 20 April 2026 | 07:00 WIB
Universitas Tarakanita Gelar Wisuda Perdana, Tandai Transisi dari STARKI

Sabtu, 18 April 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi Universitas Tarakanita. Di kampus yang baru saja bertransformasi itu, sebanyak 126 wisudawan mengikuti prosesi wisuda perdana. Acara yang mengusung tema “Cerdas dalam Pengetahuan, Berintegritas dalam Tindakan, Bermakna dalam Kontribusi” ini terasa lebih dari sekadar seremoni biasa. Bagi banyak yang hadir, ini adalah momen penegasan: kelulusan bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya.

Wisuda kali ini punya makna ganda. Di satu sisi, ini menjadi penutup yang manis bagi 101 lulusan terakhir STARKI. Di sisi lain, ini adalah pembuka jalan bagi 25 lulusan pertama Universitas Tarakanita. Transformasi dari sekolah tinggi menjadi universitas pada September 2025 lalu seakan menemukan momentum konkretnya di sini. “Ini babak baru,” begitu kira-kira semangat yang terasa menguar sepanjang acara.

Lalu, bagaimana kondisi kampus yang melahirkan para lulusan ini? Universitas Tarakanita saat ini mengantongi akreditasi B dari BAN-PT. Mereka menawarkan enam program studi, mulai dari D3 Sekretari, S1 Ilmu Komunikasi, hingga yang lebih baru seperti Bisnis Digital dan Teknik Sipil. Penguatan institusinya cukup terlihat. Sepanjang 2025/2026, ada puluhan penelitian dosen, kegiatan pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah yang dihasilkan. Jejaringnya juga luas, didukung oleh 88 mitra strategis. Semua capaian itu menunjukkan sebuah kampus yang tak cuma bertumbuh, tapi juga berusaha memperdalam akar kualitasnya.

Dalam sambutannya, Rektor menekankan hal serupa. Wisuda, katanya, bukan cuma perayaan. Ini adalah momen untuk meneguhkan tanggung jawab. Tema yang diusung bukan sekadar kata-kata indah, melainkan kompas untuk membentuk lulusan yang siap terjun dan memberi dampak nyata.

Pesan serupa datang dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Dalam siaran pers yang dikutip Senin (20/4), ia menyampaikan apresiasinya.

“Di tengah era transformasi yang bergerak cepat, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk adaptif, inovatif, dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Brian.

Ia meyakini lulusan Tarakanita punya bekal itu. Pesannya jelas: teruslah belajar, berkarya, dan pegang teguh integritas.

Ucapan selamat juga mengalir dari sejumlah tokoh. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, berharap ilmu yang didapat menjadi bekal untuk berkontribusi. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, berpesan agar ilmu itu tak berhenti di diri sendiri, tapi jadi awal untuk menginspirasi banyak kebaikan.

Tak ketinggalan, Prof. Dr. Ir. Tezara Cionita dari SEGi University turut memberi sambutan. Ia melihat wisuda sebagai tonggak awal belajar sepanjang hayat. Ia berharap kemitraan dengan Universitas Tarakanita bisa kian erat ke depannya.

Sr. Yustiana CB, dalam kesempatan itu, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia mengapresiasi peran orang tua dan para dosen yang telah mendampingi mahasiswa. “Proficiat untuk para wisudawan,” katanya. Harapannya, kontribusi mereka kelak bisa membuat Indonesia lebih bermartabat dan penuh belas kasih.

Pada akhirnya, wisuda perdana ini adalah sebuah simbol. Sebuah transisi penting dari warisan STARKI menuju masa depan Universitas Tarakanita yang diharapkan lebih kuat dan relevan. Mereka tak hanya ingin mencetak sarjana, tapi juga pribadi-pribadi yang siap memberi arti bagi masyarakat dan bangsa. Perjalanannya baru dimulai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar