Gempa 6,0 SR Guncang Timor Tengah Utara, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

- Selasa, 21 April 2026 | 11:30 WIB
Gempa 6,0 SR Guncang Timor Tengah Utara, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,0 SR Guncang Timor Tengah Utara, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami

Siang itu, tepatnya pukul 10.17 WIB, bumi di wilayah Timor Tengah Utara, NTT, berguncang hebat. Getarannya dirasakan dari sebuah gempa berkekuatan Magnitudo 6,0 yang terjadi pada Selasa, 21 April 2026. Langsung saja, perhatian tertuju pada potensi gelombang laut. Namun begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan cepat memberikan penjelasan.

“Gempa Mag:6.0, 21-Apr-26 10:17:08 WIB, Lok:8.99 LS,124.20 BT (67 km BaratLaut TIMORTENGAHUT-NTT), Kedlmn:31 Km, tdk berpotensi tsunami,”

Begitu bunyi rilis resmi dari BMKG yang dikutip hari itu. Pesannya jelas: tidak ada ancaman tsunami. Mereka menegaskannya sekali lagi dalam keterangan terpisah, “Tidak berpotensi tsunami.” Ini tentu menjadi kabar yang sedikit meredakan kecemasan.

Pusat gempa sendiri terletak di kedalaman 31 kilometer di bawah permukaan tanah. Lokasinya sekitar 67 kilometer arah barat laut dari kabupaten tersebut. Meski kekuatannya besar, gempa ini terjadi cukup dalam.

Di sisi lain, imbauan tetap disampaikan. Masyarakat setempat diharapkan tetap waspada. Gempa susulan selalu mungkin terjadi, meski sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai aktivitas lanjutan pasca-guncangan utama. Situasi di lapangan masih terus dipantau.

Bagaimana dengan dampaknya? Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi yang masuk soal korban jiwa atau kerusakan bangunan yang parah. Tim dari pihak berwenang masih melakukan pendataan dan pengumpulan informasi langsung dari lokasi. Semuanya masih dalam proses.

BMKG juga mengingatkan kita semua. Di tengah situasi seperti ini, penting untuk mengandalkan informasi dari saluran resmi. Hindari menyebar kabar yang sumbernya tidak jelas, apalagi yang bisa memicu kepanikan tidak perlu. Mari kita tunggu update selanjutnya dari pihak yang berwenang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar