Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, acara ini intinya adalah silaturahmi. Momen untuk mempererat tali persaudaraan di antara para tokoh bangsa.
Pembicaraan di meja makan tentu saja tak melulu soal basa-basi. Isu-isu strategis, termasuk gelombang geopolitik global yang kerap tak menentu, ikut mengemuka. Namun begitu, diskusi berjalan cair dan terbuka. Alurnya mengikuti dinamika obrolan yang terjadi secara alami, tanpa pakem kaku, semata untuk membahas masa depan Indonesia.
Acara yang sederhana ini, pada akhirnya, lebih dari sekadar santap malam. Ia adalah simbol upaya menjaga jembatan dialog di puncak kepemimpinan negeri.
Artikel Terkait
Singapura Luncurkan Visa Khusus untuk Talenta AI dan Teknologi Mulai 2027
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Imbas Konflik
Gubernur DKI Siap Tertibkan Terminal Bayangan Jelang Mudik
Pengadilan Bebaskan Pengacara Junaedi Saibih dari Dakwaan Suap Hakim