Di sisi lain, di medan lain, situasi juga bergolak. Israel dilaporkan telah memerintahkan pasukannya untuk maju dan merebut posisi-posisi di Lebanon selatan. Langkah ini memaksa tentara Lebanon mundur dari daerah perbatasan. Akibat pertikaian dengan kelompok Hizbullah yang dimulai Senin lalu, gelombang pengungsian pun tak terelakkan. UNHCR mencatat, setidaknya 30.000 orang kini mencari perlindungan di berbagai tempat penampungan di Lebanon.
Ketegangan ternyata merembet ke negara-negara Teluk. Dua drone menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, dan memicu kebakaran kecil. Tak jauh dari sana, sebuah tangki bahan bakar di pelabuhan Duqm, Oman, juga jadi sasaran serangan drone. Serangan-serangan ini jelas meningkatkan tekanan di kawasan, terutama bagi negara-negara yang selama ini menampung aset militer AS.
Pihak Arab Saudi mengakui serangan terhadap kedubes AS itu menyebabkan "kerusakan material kecil". Namun, kabar kemudian menyebutkan lebih banyak drone datang menghantam lokasi yang sama, sebagai bagian dari pembalasan Iran atas serangan AS-Israel.
Respons Amerika mulai terdengar. Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa tanggapan AS terhadap serangan kedutaan dan tewasnya sejumlah personel militernya akan segera diumumkan.
"Anda akan segera mengetahuinya," kata Trump dalam wawancara dengan NewsNation, singkat namun penuh ancaman.
Masalahnya, Arab Saudi bukan satu-satunya. Kuwait juga mengonfirmasi adanya "serangan berbahaya" yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Kota Kuwait. Sementara Qatar menyatakan tidak ada komunikasi yang berjalan dengan Iran, karena serangan yang dilancarkan ditujukan ke seluruh wilayahnya, bukan hanya ke situs-situs militer AS. Situasinya kian ruwet, dan jalan keluar terlihat masih sangat jauh.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Siap Tertibkan Terminal Bayangan Jelang Mudik
Pengadilan Bebaskan Pengacara Junaedi Saibih dari Dakwaan Suap Hakim
Iran Klaim Serang Kantor Netanyahu dan Markas AU Israel dengan Rudal Kheibar
Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Mantan Presiden, Wapres, dan Ketua Parpol di Istana