Eskalasi ketegangan di Timur Tengah memaksa pemerintah Indonesia bergerak cepat. Mereka kini menyiagakan skema penerbangan khusus untuk jemaah umrah. Intinya, langkah ini diambil demi satu hal: keselamatan dan kepulangan mereka yang masih berada di Tanah Suci.
Kebijakan itu diumumkan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia baru saja menggelar rapat tertutup dengan para perwakilan travel umrah dan haji.
“Kami sudah siapkan dua skema utama untuk mitigasi,” jelas Dahnil.
Pertama, pemerintah akan menambah armada penerbangan selama Ramadan. Ini sekaligus jadi solusi buat jemaah yang biasanya terbang dengan maskapai asing yang kini operasinya terganggu konflik. Nah, skema kedua lebih khusus lagi: pemerintah menyiapkan armada khusus untuk evakuasi darurat atau pemulangan cepat. Untuk mendukung ini, Garuda Indonesia konon sudah menyiagakan dua pesawat khusus.
Artikel Terkait
Adhiya Muzzaki Divonis Bebas dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
Menlu Perintahkan Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Prosesnya Terkendala Penutupan Ruang Udara
Pemerintah Tegaskan Politik Bebas Aktif dan Dukungan untuk Palestina Pasca Pertemuan dengan Mantan Presiden
Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Damai: Penerimaan Para Pihak yang Bertikai