TABLOIDBINTANG.COM – Kontroversi mendadak menyelimuti Jungkook BTS. Pemicunya? Sebuah siaran langsung larut malam yang penuh emosi, berlangsung hampir satu setengah jam di Weverse. Dalam live itu, idola tersebut kedapatan melontarkan kata-kata kasar dan menuangkan kekecewaannya yang mendalam terhadap agensi, Hybe.
Yang menarik, tak lama setelah siaran usai, suasana hatinya seperti berubah total. Jungkook justru mengunggah swafoto dan berjanji akan "bekerja sangat keras" untuk comeback BTS pada 20 Maret nanti. Perubahan sikap yang drastis ini, tentu saja, langsung memecah opini para penggemar. Ada yang bingung, ada pula yang mencoba memahami.
Menurut sejumlah saksi yang menyaksikan live sejak awal, Jungkook tampak sedang minum bersama kakak laki-laki dan seorang teman. Suasana santai itu mungkin yang mendorongnya untuk bicara lebih terbuka. Ia tak hanya mengkritik sistem manajemen perusahaan, tapi juga membongkar fakta personal: dirinya pernah menjadi perokok.
"Usia saya sudah 30 tahun. Saya tidak tahu kenapa saya tidak bisa membicarakan ini. Dulu saya banyak merokok, tapi saya bekerja keras untuk berhenti," ujarnya blak-blakan.
Ia sepertinya sadar konsekuensinya. Jungkook mengakui bahwa pihak agensi pasti tidak akan senang dengan semua ucapannya. Soalnya, ia bicara tanpa koordinasi, murni meluapkan isi hati. Saat beberapa penggemar memintanya mengakhiri siaran, ia menolak. "Saya tidak ingin diatur," begitu kira-kira.
Cuplikan videonya yang menggunakan bahasa Inggris bernada kasar, plus gestur tangan tertentu, langsung viral di media sosial. Reaksinya beragam banget. Di satu sisi, banyak fans yang justru memuji kejujurannya dan merasa lega melihat sisi manusiawi Jungkook yang jarang terekspos. Di sisi lain, tak sedikit yang menggelengkan kepala, menilai tindakannya kurang profesional untuk seorang idola bertaraf global.
Artikel Terkait
Trump Akui Dialah yang Dorong Israel Serang Iran
Polisi Bekasi Amankan 41 Kilogram Ganja yang Diselundupkan dalam Serbuk Kopi
Adhiya Muzzaki Divonis Bebas dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
Menlu Perintahkan Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Prosesnya Terkendala Penutupan Ruang Udara