Tapi pemerintah bersikukuh. Untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, selisih harganya akan ditanggung. Mekanisme pasar global boleh bergejolak, namun harga di SPBU tetap akan dijaga.
“Kalau yang disubsidi, yang Pertalite itu, mau naik berapa pun harganya tetap sama. Sebelum ada perubahan kebijakan dari pemerintah,” ungkap Bahlil menegaskan.
Artinya, angka Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Solar masih akan bertahan. Setidaknya untuk waktu dekat ini. Keputusan ini jelas jadi angin segar di tengah bulan puasa, meski beban subsidi pemerintah diprediksi akan membengkak.
Di sisi lain, Bahlil mengakui dinamika yang terjadi. Penutupan selat strategis itu memang memicu lonjakan harga. Dan secara mekanisme, kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi memengaruhi harga-harga BBM, terutama yang non-subsidi.
Namun begitu, untuk saat ini, pesannya jelas: Pertalite aman. Masyarakat bisa bernapas lega, fokus beribadah, sementara pemerintah memikirkan cara menanggung bebannya.
Artikel Terkait
Pengadilan Bebaskan Pengacara Junaedi Saibih dari Dakwaan Suap Hakim
Iran Klaim Serang Kantor Netanyahu dan Markas AU Israel dengan Rudal Kheibar
Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Mantan Presiden, Wapres, dan Ketua Parpol di Istana
Menko Polkam Tinjau Progres RDMP Balikpapan, Waspadai Dampak Ketegangan Global