Menteri Keuangan Pastikan APBN Tahan Dampak Gejolak Iran

- Selasa, 03 Maret 2026 | 20:50 WIB
Menteri Keuangan Pastikan APBN Tahan Dampak Gejolak Iran

Memang, diakui Purbaya, skenario terburuk yang mungkin terjadi adalah kenaikan harga impor yang bisa menekan defisit anggaran. Tapi jangan khawatir, pemerintah sudah siap dengan senjata andalan: pengumpulan pajak.

"Kalau impor makin parah kan, harganya mahal, mungkin akan menekan defisit. Kita pastikan saja pertama, tax collection kita, pengumpulan pajak kita dan cukai enggak ada yg bocor," kata Purbaya.

"Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan," sambungnya, menggambarkan langkah antisipasi yang berjenjang.

Ia juga sedikit menanggapi pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal stok energi. Purbaya mencoba meluruskan asumsi stok 20 hari yang sempat beredar. Itu, katanya, hanya berlaku dalam kondisi benar-benar kritis dimana suplai terputus total sebuah skenario yang dianggapnya kecil kemungkinannya.

"Kan itu harga setahun kan, kalau kita belinya setahun. Yang 20 hari itu kalau enggak ada supply sama sekali, berantakan. Tapi biasanya enggak seperti itu. Kita pasti dapat suplai, mungkin harganya lebih tinggi," ucapnya.

Di akhir penjelasannya, Purbaya kembali menegaskan poin utamanya. Dengan asumsi harga minyak yang sudah diperhitungkan matang-matang, defisit APBN tetap dalam kendali. Ia menutup dengan keyakinan yang sama seperti pembukaannya.

"Saya bisa hitung dengan asumsi tadi, kita masih bisa kendalikan defisit kita. Kita masih bisa atur, enggak masalah," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar