“Alasannya adalah kalau misalnya Anda mau menyembunyikan saya sembunyikan dulu 90 juta rakyat Iran, kalau mau melindungi saya, lindungi dulu 90 juta rakyat Iran,” sambungnya.
Dari sini, Hikmahanto menarik kesimpulan. Bukan kecanggihan alat tempur AS-Israel yang jadi penyebab utama. Justru, sikap Khamenei sendiri sebagai pemimpin yang memilih solidaritas dengan bangsanya lah yang membuatnya rentan.
“Jadi dia mengatakan tidak apa-apa kalau sudah waktunya, dia mengatakan saya mati dengan rakyat Iran jadi ini bukan masalah kecanggihan,” ungkapnya lagi.
Serangan yang menewaskan Khamenei itu kini membawa duka mendalam bagi Iran. Pemerintah setempat telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Situasi di kawasan tentu makin mencekam, sementara dunia menunggu reaksi dan perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Pertamina Pastikan Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz dalam Kondisi Aman
Menteri ESDM: Harga BBM Non-Subsidi Bergejolak, Subsidi Tetap Aman
Empat Pemain Muslim Real Madrid Jalani Puasa di Tengah Padatnya Kompetisi
Prabowo Gelar Pertemuan Langka dengan Mantan Presiden dan Wapres, Megawati Berhalangan Hadir