JAKARTA – Dunia diguncang berita tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menjadi korban dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi Sabtu lalu, 28 Februari 2026. Tapi, ada hal menarik di balik tragedi ini. Menurut seorang pakar, kematian Khamenei sama sekali bukan soal kehebatan teknologi militer musuh.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, memberikan pandangannya. Intinya, lokasi Khamenei bukanlah rahasia besar. Sang pemimpin sendiri dikenal punya prinsip kuat: menolak perlindungan berlebihan.
“Sebenarnya Ali Khamenei mengatakan saya tidak mau pindah dari kantor saya, tempat saya berada, dan itu jangankan intelijen dan lain-lain, mungkin Iran tahu dia berkantor di mana, rumahnya di mana,” ucap Hikmahanto dalam sebuah tayangan televisi, Selasa (3/3/2026).
Alasannya sederhana namun dalam. Khamenei ingin selalu dekat dengan rakyatnya, tidak bersembunyi di balik keamanan ketat.
Artikel Terkait
Pertamina Pastikan Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz dalam Kondisi Aman
Menteri ESDM: Harga BBM Non-Subsidi Bergejolak, Subsidi Tetap Aman
Empat Pemain Muslim Real Madrid Jalani Puasa di Tengah Padatnya Kompetisi
Prabowo Gelar Pertemuan Langka dengan Mantan Presiden dan Wapres, Megawati Berhalangan Hadir