KPK kembali memanggil Henri Lincoln, Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi. Pemeriksaan ini masih berkaitan dengan kasus suap ijon proyek yang menjerat mantan Bupati Bekasi, Ade Kuswara. Penyidik terus menelusuri, dari mana saja aliran dana ke Ade Kuswara itu berasal.
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pihaknya sedang menyelidiki keterlibatan berbagai dinas. "Dalam kasus ijon proyek ini, pihak swasta seperti Sarjan (SRJ) kan mengerjakan proyek di beberapa dinas di Bekasi," ujarnya di gedung KPK, Selasa lalu.
"Nah, dugaan aliran uang ke Bupati juga didapat dari beberapa dinas itu. Itu yang masih kami telusuri. Makanya, kami perlu keterangan dari sejumlah saksi untuk memperjelas skemanya," lanjut Budi.
Soal pemanggilan berulang terhadap Lincoln, Budi punya penjelasan sederhana. Artinya, banyak hal yang masih perlu dijelaskan sang pejabat. "Kalau saksi dipanggil berkali-kali, ya berarti banyak keterangan dari pengetahuannya yang kami butuhkan," katanya.
Keterangan dari Lincoln nantinya akan dicocokkan dengan saksi lain. Tujuannya jelas: untuk menguatkan bukti yang sudah ada. Di sisi lain, penyelidikan ini tampaknya masih akan berlanjut ke beberapa titik lainnya.
Artikel Terkait
Pengamat: Desain Kelembagaan Kunci Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global
Serangan Udara di Gaza Utara Tewaskan 5 Warga Sipil, 3 di Antaranya Anak-anak
Manchester City Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Burnley
Menteri Imigrasi Tegaskan Larangan Berangkat Haji Ilegal, 13 WNI Digagalkan di Bandara