Yang menarik, profil risikonya masih terbilang aman. NPF Gross ada di 2,72%, naik tipis dari bulan sebelumnya. NPF Net jauh lebih rendah, cuma 0,82%. Rasio utang atau gearing ratio juga masih jauh di bawah batas maksimum, hanya 2,11 kali.
Di sisi lain, dunia pinjaman daring justru menunjukkan ekspansi yang agresif. Outstanding pembiayaannya melonjak 25,52% year-on-year, nyaris menembus angka Rp100 triliun tepatnya Rp98,54 triliun.
Tingkat kredit macet di atas 90 hari (TWP90) relatif stabil di 4,38%. Angka ini memang sedikit naik dibanding Desember, tapi secara umum masih terkendali. Tren ini menunjukkan bahwa meski tumbuh cepat, industri pindar belum menunjukkan gejolak risiko yang mengkhawatirkan.
Jadi, gambaran besarnya begini: industri tetap tumbuh, dengan risiko yang masih terjaga. Namun begitu, OJK tak akan lengah. Mereka akan terus mendorong perusahaan-perusahaan yang tertinggal untuk segera mengejar ketentuan modal, agar fondasi industri ini makin kuat ke depannya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Pastikan APBN Tahan Dampak Gejolak Iran
Aktivis: Serangan AS-Israel ke Iran Bertujuan Lumpuhkan Dukungan untuk Gaza
Pakar: Kematian Khamenei Akibat Prinsipnya Tolak Perlindungan, Bukan Kehebatan Teknologi Musuh
Polres Jakpus Bongkar Jaringan Narkoba, 109 Kg Sabu dan Ratusan Ribu Butir Obat Berbahaya Disita