Namun begitu, respon dari Iran ternyata di luar perkiraan banyak pihak. Mereka melancarkan perlawanan yang cukup sengit. Bukan cuma wilayah Israel yang jadi sasaran, tapi juga pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di seluruh Timur Tengah. Rudal dan drone Iran menghujani pos-pos tersebut, seolah mengabaikan seruan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan AS untuk menghentikan serangan.
Kerusakan parah dilaporkan terjadi. Di Bahrain, sebuah pangkalan militer AS luluh lantak. Keadaan serupa terlihat di Kuwait. Bahkan, yang cukup mencengangkan, tiga jet tempur F-15E AS dilaporkan ditembak jatuh di Kuwait oleh rudal pertahanan udara mereka sendiri. Kejadian itu disebut-sebut sebagai insiden salah sasaran yang memilukan.
Jadi, meski AS mengklaim punya daya tahan lama, jalan operasi ini jelas tak akan mulus. Perlawanan Iran yang gigih dan insiden-insiden tak terduga di lapangan membuat situasi semakin rumit dan berlarut-larut.
Artikel Terkait
Ekonom UOB: Daya Beli Menurun, Manufaktur Jadi Kunci Dongkrak Kelas Menengah
Menteri Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Global
Prabowo Undang Jokowi dan Maruf Amin untuk Silaturahmi di Istana
Indonesia Ekspor 75 Ton Telur Ayam ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste