Polisi Bongkar Jaringan Perburuan Liar Gajah Sumatera di Pelalawan, 15 Tersangka Diamankan

- Selasa, 03 Maret 2026 | 16:30 WIB
Polisi Bongkar Jaringan Perburuan Liar Gajah Sumatera di Pelalawan, 15 Tersangka Diamankan

Polisi Riau berhasil membongkar sebuah kasus keji: perburuan liar yang mengakibatkan seekor gajah Sumatera mati di Ukui, Pelalawan. Temuan ini bukan kebetulan. Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, ini adalah bukti nyata komitmen pimpinan mereka.

Di Mapolda Riau, Selasa lalu, Johnny Isir menegaskan hal itu.

"Kapolri selaku pimpinan berkomitmen penuh melindungi alam dan satwa liar Indonesia. Perkara yang ditangani Polda Riau ini adalah wujud konkretnya," ujar Johnny.

Ia berharap momentum ini bisa menyatukan semua pihak. Bukan cuma sekadar bicara, tapi benar-benar bertindak kolaboratif untuk menjamin kelestarian satwa dan tumbuhan liar. Itu semua bagian dari keamanan lingkungan yang lebih luas.

Di sisi lain, Polri juga berjanji transparan. Mereka tak bisa bekerja sendirian. Masyarakat diajak untuk terlibat aktif.

"Kami butuh peran serta aktif masyarakat. Dari upaya pencegahan, sampai melaporkan jika melihat indikasi perburuan atau perdagangan satwa dilindungi," tambahnya.

Untuk mengungkap jaringan ini, polisi main cerdik. Mereka pakai metode penyidikan ilmiah atau scientific crime investigation. Caranya? Dengan menggabungkan analisis balistik, data dari GPS collar yang dipasang pada gajah, dan pemetaan jaringan pelaku. Hasilnya, 15 tersangka sudah diamankan. Masih ada 3 orang lagi yang masuk DPO dan sedang dikejar.

Apresiasi dari Menteri Kehutanan

Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, turut memberi apresiasi. Ia secara khusus menyebut kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

"Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Sangat terasa, kepolisian di bawah pimpinan Pak Sigit semakin profesional, melindungi dan melayani," kata Raja Juli.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini penting. Selain menangkap pelaku, ini mematahkan anggapan pesimis publik yang kerap meragukan kinerja aparat dalam menindak pemburu satwa.

"Kasus seperti ini di publik sering dianggap mustahil terungkap. Tapi sekali lagi, dengan kepemimpinan beliau yang diimplementasikan dengan baik oleh jajaran di Riau, kita bisa," imbuhnya.

Jadi, kasus tragis di Pelalawan ini setidaknya membawa secercah harapan. Ada upaya serius, dan kolaborasi mulai terlihat. Tentu, jalan masih panjang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar