Suasana hangat dan penuh tawa mengisi rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, di Jakarta Selatan, Senin (2/3) sore. Acara buka puasa bersama itu bukan sekadar jamuan makan. Lebih dari itu, jadi ajang silaturahmi yang dihadiri puluhan tokoh perempuan, ustadz, ustadzah, dan pimpinan ormas.
Menurut sejumlah saksi, nuansa kekeluargaan terasa begitu kental. Acara ini efektif banget untuk mempererat tali persaudaraan, khususnya di antara elemen ormas perempuan dan tokoh agama dari Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, HNW sapaan akrabnya langsung menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu. Tapi pesannya lebih dalam dari sekadar ucapan terima kasih. Dia menekankan, semangat silaturahmi jangan cuma hidup di bulan Ramadan saja.
"Inilah berkah Ramadan, memberi makna kehidupan yang lebih dalam dan bermanfaat. Puasa ini jadi momentum buat kita bersilaturahmi secara masif. Mudah-mudahan silaturahmi kita tidak berhenti di sini," ujar HNW dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
"Para ulama selalu mengingatkan, 'kuunuu rabbaniyyin wa la takuunuu ramadhaniyyin'. Intinya, jadilah hamba Allah yang konsisten sepanjang waktu, bukan cuma saat Ramadan," tambahnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jakarta II ini juga menyoroti isu-isu strategis. Salah satunya persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Dia menyoroti persoalan stunting yang menurutnya masih jadi tantangan besar. Angkanya masih berkisar 21,5 persen, butuh perhatian serius.
"Penyelesaiannya harus lewat keberpihakan penuh negara dan publik kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun. Masa emas atau golden age itu krusial," jelasnya.
HNW, yang saat itu didampingi sang istri Diana Abbas Thalib, mengungkapkan bahwa Komisi VIII sudah mendorong lahirnya Undang-Undang Pemberdayaan Ibu dan Anak. "Alhamdulillah sudah jadi undang-undang. Sekarang tinggal eksekusi optimal dari pemerintah," tegasnya.
Tak cuma itu, dia juga menyinggung soal perjuangan di DPR untuk meringankan beban masyarakat. Contoh konkretnya? Penurunan biaya haji.
"Awalnya pemerintah usul Rp65 juta. Kita di Komisi 8 alhamdulillah berhasil menekan jadi sekitar Rp54 juta. Ini bentuk perjuangan kami, sebagai amanat rakyat dan pelayanan ke umat," ungkap HNW.
Kiprah dan konsistensinya membela umat pun dapat apresiasi. Nur Rahmah, seorang tokoh pimpinan majelis taklim di Jakarta, menyebutkan sejumlah capaian. Misalnya, lahirnya UU Pesantren dan kenaikan status Direktur Pesantren jadi Direktorat Jenderal. "Ini disambut antusias oleh banyak kalangan," katanya.
Sementara itu, Diana Abbas Thalib menyampaikan pesan yang tak kalah penting. Dia mengingatkan semua yang hadir, terutama para ibu, untuk memanfaatkan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kesehatan.
"Ramadan nggak cuma mengantarkan kita pada ketakwaan, tapi juga kesehatan. Jaga pola buka dan sahur sebaik mungkin. Ibu yang tidak sehat bisa bikin rumah kehilangan 'lampunya'," pesan Diana.
Dia pun mengajak para ibu untuk menjadikan bulan suci ini sebagai titik awal perbaikan pola hidup, setelah sebelas bulan beraktivitas padat.
Acara sebelumnya diisi sambutan dari Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti, yang juga anggota DPRD DKI. Hadir pula Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPP PKS, Eko Yuliarti Siroj.
Rangkaian acara makin semarak dengan penampilan grup nasyid Gradasi, dilanjutkan tausiyah Ramadan dari Aan Rohana, yang juga Hakim Mahkamah PKS. Intinya, kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat sinergi antara tokoh masyarakat, ormas perempuan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menariknya, sehari sebelumnya, Minggu (1/3), di tempat yang sama HNW juga mengadakan buka bersama dengan sejumlah tokoh muslim. Mulai dari Ketua MUI, Ketua PP Muhammadiyah, Ketua DMI, sampai perwakilan dari IKADI, Pemuda Pancasila, dan PKS Jakarta Selatan. Rupanya, Ramadan tahun ini memang penuh dengan agenda silaturahmi.
Artikel Terkait
Prancis Tuding Hezbollah Serang Pasukan PBB di Lebanon, Satu Tentara Tewas
Polda Sumsel Amankan 163 Tersangka dan 7,2 Kg Sabu dalam Pengungkapan Jaringan Narkoba Lintas Wilayah
Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga Level III dan Zona Bahaya Dipertegas
Ketua Umum TP PKK Pusat Dukung Minyak Kemiri Belu Jadi Produk Unggulan dan Potensi Ekspor