Megawati Absen dari Silaturahmi Presiden Prabowo, PDIP Sebut Ada Agenda di Bali

- Selasa, 03 Maret 2026 | 16:30 WIB
Megawati Absen dari Silaturahmi Presiden Prabowo, PDIP Sebut Ada Agenda di Bali

Selasa malam (3/3/2026) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan pejabat tinggi negara untuk bersilaturahmi. Namun, dari daftar tamu kehormatan itu, satu nama mencolok karena absen: Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu memang tidak hadir. Tapi, bukan tanpa alasan.

Menurut penjelasan Deddy Yevri Sitorus, salah satu Ketua DPP PDIP, Megawati sedang berada di Bali. Agenda internal partai yang sudah terjadwal jauh hari sebelumnya membuatnya harus berada di sana sejak minggu lalu. “Ibu terlanjur di Bali sejak minggu lalu ada rangkaian acara internal yang sudah dirancang sejak lama,” kata Deddy.

Ia menambahkan, “Dan sesuai jadwal baru akan kembali paling cepat akhir minggu ini.”

Lantas, bagaimana dengan undangannya? Pertanyaan ini pun dijawab Deddy. Ia membenarkan bahwa undangan resmi dari Presiden Prabowo sudah diterima oleh pihak Megawati. “Setahu saya sudah,” ungkapnya singkat.

Nah, soal apakah Megawati akan mengutus wakilnya untuk hadir malam itu, Deddy mengaku belum punya informasi. Ia hanya berujar, “Soal itu saya kurang tahu, mungkin bisa tanya Pak Sekjen.”

Di sisi lain, pertemuan di Istana itu sendiri bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Agenda yang digagas Prabowo ini punya bobot yang cukup serius. Selain untuk menjalin silaturahmi, forum tersebut rencananya juga akan membahas dinamika geopolitik global yang terus berubah. Tak ketinggalan, diskusi tentang langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi berbagai tantangan ke depan juga akan menjadi pokok pembicaraan.

Jadi, meski Megawati tak hadir secara fisik, gaung pertemuan malam itu tetap menarik untuk disimak. Apalagi, dalam suasana politik yang selalu dinamis, setiap pertemuan tingkat tinggi seperti ini kerap menyimpan isyarat tersendiri.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar