Bibit Siklon 90S diperkirakan membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah. Daerah yang perlu bersiap antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Di laut, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai dan di Selat Sunda. Sementara gelombang yang lebih tinggi, mencapai 2,5 hingga 4 meter, berpeluang menerjang Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, serta Samudera Hindia selatan Banten sampai Bali.
Bibit Siklon 92P lebih berdampak pada wilayah perairan timur. Gelombang setinggi 1,25 - 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Banda, perairan sekitar Kepulauan Leti hingga Sermata, perairan Kepulauan Babar - Tanimbar, serta perairan Kepulauan Kei - Aru.
Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur justru berpotensi mengalami gelombang lebih ganas, dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Tak hanya itu, angin kencang juga berpeluang menerpa pesisir selatan Papua Selatan.
Bibit Siklon 93S juga menyumbang ancaman gelombang tinggi. Laut Flores berpotensi mengalami gelombang 1,25 - 2,5 meter. Sementara itu, Laut Sawu dan Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu waspada terhadap gelombang yang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Intinya, meski namanya masih 'bibit', efeknya sudah nyata. Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terdampak dan para nelayan, diharapkan tetap memperbarui informasi dan meningkatkan kewaspadaan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan THR Sektor Swasta Wajib Dibayar Penuh, Maksimal H-7 Lebaran
Bupati Pekalongan Diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan
Pemerintah Alokasikan THR Rp55 Triliun untuk ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan pada 2026
Pemerintah Cairkan THR Rp55 Triliun untuk ASN, TNI-Polri, dan Pensiunan