Motor Trail Menembus Medan Ekstrem, Bantuan Sampai ke Pelosok Aceh Tengah

- Minggu, 11 Januari 2026 | 17:05 WIB
Motor Trail Menembus Medan Ekstrem, Bantuan Sampai ke Pelosok Aceh Tengah

Jalanan berlumpur dan terjal tak menghalangi niat. Polres Aceh Tengah akhirnya berhasil menyalurkan bantuan langsung ke warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bintang, wilayah terpencil yang aksesnya masih sangat sulit hingga kini.

Dipimpin langsung oleh Kapolres, AKBP Muhammad Taufik, aksi kemanusiaan ini digelar Jumat lalu. Mereka mengerahkan sekitar 40 unit motor trail. Rombongan itu sendiri merupakan gabungan dari 20 personel polisi dan 20 anggota Komunitas Trail Tragong Aceh Tengah.

“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung yang aksesnya masih sulit,” ujar Taufik.

“Anak-anak sudah mulai bersekolah, dan itu perlu kita dukung bersama. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan bantuan sampai dan warga tetap terpantau,” tambahnya dalam keterangan yang diterima Minggu (11/1).

Perjalanan yang biasanya cuma satu jam, kali ini makan waktu hampir delapan jam! Kerusakan parah pada jalan memaksa mereka melintasi medan ekstrem. Jalur sempit yang terputus, tanjakan curam, dan permukaan licin jadi tantangan harian. Bahkan di beberapa titik, mereka harus ekstra hati-hati karena jalan setapak itu diapit jurang di kiri-kanan.

Setiap motor membawa muatan bantuan yang cukup banyak. Ada 120 paket sembako, ratusan potong pakaian layak pakai, handuk, serta yang tak kalah penting: 300 set perlengkapan sekolah dan jaket.

Kampung Jamur Konyel menjadi tujuan pertama. Di sana, bantuan langsung dibagikan. Rombongan kemudian melanjutkan distribusi ke Kampung Atu Payung dan Serule dengan jumlah bantuan yang sama untuk masing-masing desa. Di tempat-tempat itu, warga masih benar-benar terisolasi.

Meski sarana belum pulih, aktivitas belajar anak-anak perlahan sudah berjalan. Makanya, penyaluran perlengkapan sekolah ini diharap bisa bantu semangat mereka belajar di tengah situasi pascabencana.

Selain sekadar menyerahkan logistik, para personel juga menyempatkan ngobrol dengan warga. Mereka mendengarkan keluhan dan berusaha memastikan kebutuhan dasar serta keamanan di daerah terpencil itu tetap terjaga.

Setelah semua bantuan tersalurkan, tim akhirnya tiba kembali di Mapolres pada dini hari Sabtu, sekitar pukul empat pagi. Syukurlah, situasi selama perjalanan terpantau aman dan kondusif.

Taufik berharap akses jalan segera dibuka normal. Tak cuma itu, pemulihan sarana komunikasi, penerangan, dan layanan kesehatan terpadu juga jadi harapan besarnya. Agar masyarakat di pelosok itu bisa kembali beraktivitas dengan layak.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar