Februari 2026 ternyata menjadi bulan yang cukup membanggakan bagi industri manufaktur kita. Sektor ini berhasil mencatatkan level ekspansi tertinggi dalam kurun waktu hampir dua tahun. Angkanya? Purchasing Managers' Index (PMI) melonjak ke 53,8, naik cukup signifikan dari posisi Januari yang berada di 52,6.
Kalau dirunut, penguatan ini nggak datang tiba-tiba. Febrio Kacaribu, Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, bilang pemicu utamanya adalah tingginya permintaan baru. Permintaan itu, ya, otomatis diikuti dengan pertumbuhan produksi yang pesat.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga juga menunjukkan peran besarnya. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2026 tercatat tumbuh 7,9 persen secara tahunan. Peningkatan ini terasa nyata, terutama di penjualan makanan, minuman, dan pakaian. Mobilitas masyarakat yang kembali tinggi jelas jadi pendorong utama.
Optimisme masyarakat pun masih kencang. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik ke level 127, dari sebelumnya 123,5. Rasanya, sentimen positif ini masih akan bertahan.
Bagaimana dengan performa di kancah global? Ternyata juga ada kabar baik. Neraca perdagangan Indonesia berhasil surplus USD0,95 miliar. Andil terbesar datang dari ekspor non-migas, khususnya industri pengolahan yang tumbuh 8,19 persen. Komoditas andalan seperti minyak sawit, nikel, dan besi baja masih jadi penyokong. Yang menarik, produk bernilai tambah seperti otomotif dan elektronik juga mulai menunjukkan taringnya.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Pekalongan dalam Operasi Tangkap Tangan
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Kemlu Pantau Ketat 519 Ribu WNI di Timur Tengah Pascakericuhan Iran
Ribuan Penerbangan Dibatalkan, 300 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Teluk