Tanah Bergerak di Bogor Rusak Tiga Rumah, 15 Jiwa Terdampak

- Selasa, 03 Maret 2026 | 11:20 WIB
Tanah Bergerak di Bogor Rusak Tiga Rumah, 15 Jiwa Terdampak

Petang Minggu (1/1) lalu, suasana di Desa Gunung Putri, Bogor, tiba-tiba berubah. Tanah di bawah kaki mereka bergerak. Peristiwa itu merusak tiga rumah warga, membuat panik warga yang tinggal di kawasan itu.

Menurut keterangan resmi dari BPBD Kabupaten Bogor, kerusakannya cukup signifikan.

“Korban terdampak berdasarkan hasil kaji cepat yaitu 1 unit rumah rusak berat dan 2 unit rumah rusak sedang,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik, M Adam Hamdani, Selasa (3/3/2026).

Namun begitu, keesokan harinya situasi justru memburuk. Pergerakan tanah susulan terjadi lagi pada Senin (2/3), menambah kerusakan yang ada.

Adam Hamdani menegaskan, lokasi kejadian sebenarnya sudah masuk kategori rawan. “Lokasi tersebut merupakan zona merah pergerakan tanah,” tuturnya. Ia menambahkan, bangunan-bangunan yang terdampak itu letaknya memang terlalu dekat dengan tebing Sungai Cileungsi, faktor yang memperparah kondisi.

Dampaknya langsung terasa oleh warga. Sebanyak 4 Kepala Keluarga atau total 15 jiwa merasakan akibatnya. Meski untungnya tak ada korban jiwa, tiga keluarga di antaranya terpaksa meninggalkan rumah mereka.

“Korban mengungsi sebanyak 9 jiwa,” imbuh Adam. “Saat ini untuk sementara diungsikan ke kontrakan dan ke rumah anak.”

Sampai saat ini, rumah-rumah yang rusak itu masih dalam keadaan tak layak huni. Penghuninya memilih tetap mengungsi, menunggu situasi benar-benar aman. Mereka mencari perlindungan di tempat yang lebih aman, sambil memikirkan nasib rumah mereka yang terancam tebing.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar