Kekuatan Politik Jokowi Dinilai Lumpuh, Relawan Utama Satu per Satu Menjauh

- Senin, 03 November 2025 | 12:50 WIB
Kekuatan Politik Jokowi Dinilai Lumpuh, Relawan Utama Satu per Satu Menjauh

Kekuatan Politik Jokowi Dinilai Lumpuh, Relawan Utama Satu per Satu Menjauh

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menyatakan bahwa kekuatan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini berada di titik terendah. Analisis politik terbaru ini menyoroti fenomena menjauhnya para relawan utama yang dahulu menjadi pendukung setia Jokowi.

Dalam catatan politiknya yang berjudul "Catatan di Stasiun Gubeng - Surabaya", Muslim Arbi menggunakan metafora keras: "Kaki-kaki Jokowi sudah teramputasi." Pernyataan ini merujuk pada kondisi dimana para relawan kunci tidak lagi menunjukkan soliditas seperti masa kejayaan Jokowi.

Daftar Relawan Jokowi yang Menjauh

Beberapa nama penting yang disebutkan Muslim Arbi termasuk Silvester Matutina, Emanuel Ebenhaizer (Noel), dan Budi Arie Setiadi. Menurut pengamatannya, Silvester kini menghilang dari publik, Noel tersangkut kasus KPK, sementara Budi Arie mulai menunjukkan jarak dari Jokowi.

Kelompok relawan yang dulu dikenal militan dan menjadi pembela utama mantan presiden tersebut kini digambarkan telah kehilangan arah dan keberanian untuk bersuara. "Mereka dulu menikmati jabatan empuk di masa Jokowi berkuasa. Sekarang, tak berani lagi bicara besar," tegas Muslim.

Perubahan Arah Politik Projo

Muslim Arbi menilai perubahan arah politik Projo (Organisasi Relawan Prabowo-Jokowi) sebagai sinyal kuat pergeseran kekuatan politik. Rencana penggantian logo Projo yang selama ini menampilkan wajah Jokowi disebutnya sebagai pukulan berat bagi mantan presiden tersebut dan Budi Arie.

Dalam tulisannya, Muslim menggunakan analogi yang lebih keras lagi: "Ibarat Jokowi baru saja meninggal dan tanah merahnya masih basah, para relawannya sudah lari tunggang langgang." Ia menilai para relawan yang selama satu dekade dimanjakan dengan kekuasaan kini meninggalkan Jokowi ketika tak lagi berkuasa.

Dampak terhadap Pemerintahan Prabowo

Analisis politik ini juga menyentuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan setahun. Muslim Arbi mendorong Prabowo untuk tidak ragu melakukan perombakan kabinet dan membersihkan figur-figur yang masih dianggap loyal kepada Jokowi.

"Publik mendesak Prabowo untuk tidak perlu ragu bersihkan para Jokower di kabinet agar agenda perbaikan untuk negara dan rakyat tidak terganggu," tulisnya. Ia juga menyinggung isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari dinamika politik pasca-Jokowi.

Kesimpulan tajam dari analisis politik Muslim Arbi ini menyatakan bahwa Jokowi tidak hanya mengalami kelumpuhan fisik akibat penyakit yang diderita, tetapi secara politik dan psikologis di mata masyarakat: "Jokowi telah end."

Komentar