Trump Kritik Respons NATO dalam Konflik dengan Iran di Selat Hormuz

- Jumat, 27 Maret 2026 | 21:45 WIB
Trump Kritik Respons NATO dalam Konflik dengan Iran di Selat Hormuz

Donald Trump lagi-lagi menyuarakan kekecewaannya. Kali ini, sang mantan Presiden AS itu melontarkan kritik pedas terhadap sekutu-sekutunya di NATO. Menurutnya, aliansi militer itu gagal memberikan dukungan yang berarti kepada Amerika Serikat selama konflik gabungan dengan Israel melawan Iran.

Inti keluhannya sederhana, tapi menusuk. AS sudah meminta bantuan untuk mengamankan Selat Hormuz dengan mengirimkan kapal perang. Namun, apa tanggapan NATO? Mereka cuma menawarkan untuk terlibat dalam pertempuran, bukan sejak awal operasi. Trump merasa ini seperti datang ke pesta ketika acaranya hampir selesai.

"Mereka cuma mau ikut berperang, tapi enggak dari awal," ujarnya, dengan nada yang tak menyembunyikan kegeraman.

Di sisi lain, Trump tampaknya merasa AS telah berbuat lebih. Dia menyayangkan sikap NATO ini, mengingat Amerika selama ini dikenal sebagai pelindung utama bagi negara-negara anggotanya di Eropa, terutama saat Rusia berperang dengan Ukraina. Ada rasa ketidakseimbangan yang kuat dalam pernyataannya. Seolah-olah pengorbanan AS tidak dibalas dengan sikap yang sama ketika mereka yang membutuhkan.

Kritik Trump ini bukan hal baru, tapi konteksnya kali ini cukup menarik. Dia menyoroti sebuah titik rawan global Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Permintaannya untuk sekutu terdekatnya ternyata tak mendapat respons yang memuaskan. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan tentang soliditas aliansi di luar teater Eropa.

Lalu, bagaimana reaksi NATO? Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi. Namun, komentar Trump ini pasti akan mengguncang meja diplomasi, setidaknya untuk sementara. Dia selalu punya cara untuk menyulut perdebatan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar