Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara soal wacana penghematan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis. Intinya, dia setuju. Tapi dengan satu syarat mutlak: kualitas makanan untuk anak-anak itu sama sekali nggak boleh turun.
"Selama ada efisiensinya, saya setuju saja," tegas Purbaya, Jumat lalu.
Lalu dia menambahkan, "Dan enggak mengurangi kualitas makannya sendiri."
Yang menarik, menurut penjelasan Menkeu, usulan untuk memangkas anggaran itu justru datang dari Badan Gizi Nasional alias BGN. Bukan dari Kemenkeu yang selama ini kerap dianggap pelit. Jadi, inisiatifnya berasal dari dalam ekosistem program itu sendiri.
Memang, pemerintah sedang menimbang-nimbang penyesuaian. Kondisi sekarang beda, jadi pelaksanaannya mungkin perlu diatur ulang. Salah satu opsi yang mengemuka adalah mengurangi hari operasional program.
Nah, skema terbarunya rencananya bakal berjalan lima hari dalam seminggu. Ini bagian dari langkah efisiensi tadi. Meski hari operasionalnya berkurang, pemerintah berharap manfaat untuk masyarakat tetap terjaga. Di sisi lain, beban anggaran negara juga nggak keblabasan.
Menurut Purbaya, perubahan ini nggak menggeser arah kebijakan. Masih tepat sasaran, katanya.
"Perubahan skema menjadi lima hari tidak mengurangi tujuan utama program," jelasnya.
Lebih lanjut dia memaparkan, ini cuma untuk mengatur ritme pelaksanaan biar lebih efisien dan yang penting berkelanjutan ke depannya.
Pemerintah memang lagi getol-getolnya memastikan setiap rupiah belanja negara berdampak optimal. Nggak ada yang boleh sia-sia. Prinsip itu yang kayaknya jadi pedoman.
"Efisiensi MBG menyesuaikan dengan perkembangan keadaan," pungkas Purbaya. "Harusnya tidak ada masalah."
Artikel Terkait
Lima Negara Catat Lonjakan Peringkat FIFA, Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118
IRGC Serang Markas Armada Kelima AS di Bahrain, Balas Serangan Militer Amerika di Iran Selatan
Chatib Basri Bantah Ekonomi Indonesia 2026 Setara Krisis 1998, Soroti Risiko Harga Pangan dan Kredibilitas Fiskal
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi